Papua Global News
PG Mambra
Ketua Tim Pemenangan atau Ketua Tim Koalisi Elias Basutey, S.pd
Ekonomi & BisnisHeadlineLintas Daerah

Program 100 Hari Bupati Mambra Dinilai Gagal Total!

MAMBERAMO RAYA, Papua Global | Sebuah pernyataan mengejutkan datang dari garis depan koalisi pemenangan Bupati dan Wakil Bupati Mamberamo Raya terpilih, Roby Wilson Rumansara dan Kevin Totouw. Elias Basutey, S.Pd, Ketua Tim Pemenangan dan Ketua Partai Golkar pengusung pasangan ROKET, menyatakan kekecewaan mendalam atas kegagalan total program 100 hari kerja pemerintahan yang baru.

Dalam konferensi pers yang digelar di kediamannya di Burmeso pada Kamis (19/6), Elias Basutey, yang sebelumnya menjadi arsitek kunci kemenangan pasangan tersebut, tak menutupi kekecewaannya. Ekspektasi tinggi masyarakat akan perubahan dan percepatan pembangunan pasca dilantiknya pasangan ini oleh Presiden Prabowo di Jakarta pada 20 Februari lalu, kini berbalik menjadi sorotan tajam.

“Saya sebagai Ketua Tim Koalisi dan Ketua Partai Golkar yang mengusung pasangan ROKET, hari ini saya mau sampaikan bahwa saya sangat kecewa berat terhadap Bupati dan Wakil Bupati,” ujar Elias dengan nada tegas. “Karena program 100 hari kerja yang dijanjikan penuh dengan harapan untuk rakyat, ternyata tidak berjalan sesuai janji. Tidak ada perubahan signifikan yang dirasakan masyarakat hingga saat ini, sehingga ini menjadi sorotan masyarakat termasuk kami tim pemenangan.”

Elias menyoroti absennya progres nyata pada program-program prioritas krusial seperti peningkatan layanan kesehatan, perbaikan infrastruktur dasar, dan pelayanan publik yang telah dijanjikan saat kampanye. Menurutnya, kegagalan ini bukan hanya merugikan masyarakat, tetapi juga mencederai kepercayaan publik terhadap tim pemenangan yang dahulu mati-matian meyakinkan warga.

Bupati dan Wakil Bupati Mamberamo Raya ( Roby Rumansara, SP, MH, – Kevin Totouw, S.IP, ) ketika tiba di Bandara Kasonaweja pasca dilantik dijakarta oleh Presiden Prabowo 20/2/25.

PG

“Kami dulu berdiri di depan rakyat dan menjanjikan perubahan berdasarkan visi dan misi mereka. Sekarang rakyat bertanya, dan kami tidak punya jawaban,” lanjutnya, mencerminkan dilema yang dihadapi tim.

Pria yang juga menjabat dua periode sebagai Ketua DPRK Mamberamo Raya ini mendesak agar Bupati dan Wakil Bupati segera kembali ke daerah. Ia prihatin dengan roda pemerintahan yang tidak berjalan maksimal, terutama karena rotasi jabatan belum dilakukan, yang pada akhirnya melumpuhkan visi misi serta program 100 hari kerja.

“Bupati dan Wakil Bupati adalah anak asli Mamberamo, oleh sebab itu saya sangat mengharapkan Saudara Bupati dan Wakil Bupati segera dalam waktu dekat kembali ke daerah untuk melaksanakan tugas di daerah,” tegas Elias Basutey. “Saya pikir kalau ada tugas keluar daerah atau ke distrik atau kampung, ada perpanjangan tangan dari Bupati dan Wakil Bupati, yakni Asisten dan Pimpinan OPD, bisa diwakilkan supaya Bupati dan Wakil Bupati ada di tempat untuk melayani masyarakat.”

Meskipun memahami kondisi Bupati yang sempat sakit dan menjalani pengobatan di luar daerah selama dua bulan pasca-dilantik, Elias menekankan bahwa kini saatnya bagi pimpinan daerah untuk bertindak.

“Saya minta Bupati dan Wakil Bupati harus kompak, segera kembali ke daerah untuk melayani masyarakat. Kita sudah di triwulan 2 ini, semua kegiatan fisik belum ada yang jalan. Ini akan berdampak pada penyerapan anggaran kita dan sudah pasti tahun depan konsekuensi APBD kita dikurangi lagi,” tandas Elias Basutey, memberikan peringatan keras akan dampak fiskal.

“Bupati harus segera menyikapi sejumlah persoalan yang terjadi di daerah ini dan kembali bersama Wakil Bupati ke Mamberamo Raya.” Pintanya mewakili masyarakat luas.

Pewarta : Napy
Editor : Mail

Artikel Terkait

Aktivitas Pemerintahan di Mamberamo Raya Lumpuh Total, Seluruh Kantor Dipalang Warga

Mail

Disepakati, Palang Kantor Pemerintahan Dibuka Setelah Bupati dan Wakil Bupati Tiba di Mamberamo Raya

Mail

Ketua Golkar Mamberamo Raya Ingatkan: “Agama Jangan Dibawa ke Politik PSU Pilgub Papua”

Mail