Papua Global News
Hasil produksi olahan Ikan yang dilatih langsung oleh Kementrian KKP melalui Kegiatan Pelatihan Diversifikasi Olahan Ikan Palagis yang digelar di Kampung Samber, kepada 60 mama-mama Papua.
Ekonomi & BisnisInfo Papua

KKP Latih 60 Mama-Mama Papua, Buat Olahan Jajanan Dari Ikan Pelagis

BIAK NUMFOR, Papuaglobal.com– Dinas Perikanan Kabupaten Biak Numfor terus mendorong pengembangan industri perikanan lokal melalui pelatihan-pelatihan yang bermanfaat bagi masyarakat. Kepala Dinas Perikanan Biak Numfor, Effendy Igirisa, mengungkapkan dalam wawancara terbaru bahwa pihaknya tengah fokus pada pelatihan pengolahan menu-menu unik dari ikan pelagis, salah satu jenis ikan yang melimpah di wilayah perairan Biak.

 

Kata Effendi Igirisa, Pelatihan Diversifikasi Olahan Ikan Palagis yang digelar di Kampung Samber sejak tanggal 21 Oktober hingga 23 Oktober 2024, yang digelar di Kampung Samber Binyeri ini digelar langsung oleh Balai Besar Riset Pengelolahan dan Bio Teknologi Kementrian Kelautan.

 

Olahan yang berbahan dasar Ikan Palagis ini masuk dalam kelompk ikan Tuna, Tongkol, Cakalang, dan Ekor Kuning. Dikatakan, ada 11 Item kegiatan pelatihan olahan yang dilatih kepada mama-mama dari empat kelompok keluarga nelayan. Diikuti sebanyak 60 orang peserta yang merupakan perwakilan dari empat kelompok pengolahan ikan di Samber Binyeri.

 

“Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga dan kelompok usaha kecil dalam mengolah ikan pelagis menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Tidak hanya dijadikan lauk sehari-hari, ikan ini bisa diolah menjadi menu yang lebih inovatif, misalnya menjadi camilan atau makanan olahan yang bisa dipasarkan,” jelas Effendy.

 

Pelatihan tersebut mencakup berbagai teknik pengolahan, dari cara menjaga kesegaran ikan hingga metode pengawetan dan pembuatan olahan bernilai tinggi seperti ikan asap, ikan abon, hingga nugget ikan pelagis. Peserta pelatihan berasal dari berbagai kampung pesisir di Biak Numfor, yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan dan pengusaha kecil di bidang perikanan.

 

Effendy menambahkan, pihaknya berharap pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan memasak, tetapi juga mendorong usaha-usaha kreatif di bidang kuliner berbasis ikan lokal. Jika dikelola dengan baik, olahan ikan pelagis ini bisa menjadi produk unggulan yang menarik bagi pasar lokal maupun wisatawan.”

Kadis Perikanan Biak, Effendy Igirisa

Selain itu, program ini juga merupakan bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir dengan memanfaatkan potensi alam yang ada secara lebih optimal. Dinas Perikanan Biak Numfor terus berkomitmen untuk memberikan pelatihan dan pendampingan bagi masyarakat agar sektor perikanan di wilayah tersebut semakin berkembang dan berdaya saing.

Mama-Mama Papua kampung Samber Binyeri saat memperlihatkan produk hasil olahan ikan yang telah berhasil dibuat melalui pelatihan khusus yang diselenggarakan oleh Kementrian KKP di Biak.

Effendy menegaskan bahwa langkah ini juga mendukung program pemerintah daerah untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan melalui pengolahan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Effendy juga mengapresiasi tinggi penyelenggaran kegiatan dalam hal ini Balai Besar Riset Pengelolahan dan Bio Teknologi Kementrian Kelautan dan Perikanan Indonesia. Dia berharap kolaborasi untuk meningkatkan performa para nelayan dalam menciptakan peluang usaha olahan ikan dapat menjadi Solusi dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga yang lebih baik dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan dan Kesehatan masyarakat, yang mulai sadar untuk konsumsi ikan. (go).

Artikel Terkait

Waropen Dibidik Jadi “Kampung Nelayan Merah Putih”, KKP dan Perikanan Nusantara Jaya Gelar Survei Awal

Redaksi

Meski Libur, Lembur Rapat Bahas Perikanan Tak Boleh Kabur

Redaksi

Tangis Bupati Waropen dalam Sidak Dinas Perikanan: “Anak Nelayan Harus Sejahtera”

Redaksi