Papua Global News
Foto: Media Koopsud III Pangkoopsud III, Marsda TNI Benny Arfan, M.MP., MMDS., MSS saat menyematkan medali kepada para juara, Sabtu (19/10) malam di GOR Caracal Koopsud III.
HeadlineInfo PapuaOlahraga

Piala Pangkoopsud III: Lebih dari Sekedar Ajang Kompetisi, Mengukir Semangat Sportivitas di Tanah Papua

BIAK NUMFOR, Papuaglobal.com – Turnamen Bulu Tangkis Se-Tanah Papua 2024 Piala Pangkoopsud III di Biak telah resmi ditutup pada Sabtu (19/10/2024) di Gedung Olahraga Caracal, Makoopsud III. Dengan kemenangan PB AMP Biak atas PB Mandala Jayapura di partai final, perhatian publik terfokus pada gelar juara. Namun, ada sisi lain dari turnamen ini yang patut disorot: dampak sosial dan budaya yang dirasakan masyarakat lokal serta upaya untuk memperkuat sportivitas di Tanah Papua.

 

Lebih dari sekedar kompetisi olahraga, turnamen ini menghadirkan sebuah momentum penting bagi Tanah Papua, terutama dalam mempererat hubungan antarwilayah dan menumbuhkan semangat solidaritas melalui olahraga. Peserta dari berbagai daerah seperti Jayapura, Timika, Merauke, Nabire, Supiori, dan Biak Numfor hadir dengan satu tujuan yang sama—membawa nama daerah mereka sambil menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. Total peserta yang mencapai 278 orang dari 30 klub badminton se-Tanah Papua menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat untuk berkompetisi di tingkat regional.

 

Turnamen ini juga memberi pengaruh signifikan pada perkembangan bakat muda. Dengan 18 kategori yang dipertandingkan, dari usia dini hingga veteran, event ini menjadi panggung bagi atlet muda Papua untuk menunjukkan kemampuannya. Bagi masyarakat lokal, ini bukan sekadar acara olahraga, melainkan sebuah kesempatan untuk menonton langsung pertandingan berkelas sekaligus merasakan euforia kemenangan di tanah mereka sendiri.

Namun, di luar hingar bingar pertandingan, turnamen ini juga membuka ruang bagi perbincangan penting terkait pengembangan olahraga di Papua. “Kami melihat turnamen ini sebagai lebih dari sekedar ajang perebutan piala. Ini adalah sarana bagi kami untuk membina bakat-bakat lokal dan menguatkan rasa kebersamaan di Papua,” ujar salah satu pengurus PB AMP Biak yang turut hadir. Menurutnya, acara ini menegaskan pentingnya keberlanjutan program-program pembinaan atlet di Papua, terutama bagi daerah-daerah yang masih terbatas akses terhadap fasilitas olahraga.

 

Pangkoopsud III, Marsda TNI Benny Arfan, M.MP., MMDS., MSS, dalam sambutannya juga menekankan hal yang sama. Meskipun menyampaikan apresiasi terhadap kesuksesan penyelenggaraan, Benny Arfan menyoroti perlunya penguatan dukungan terhadap atlet lokal agar bisa berprestasi di level yang lebih tinggi, baik nasional maupun internasional. “Kita harus terus mendorong para atlet untuk berlatih lebih keras dan memperjuangkan nama Papua di tingkat yang lebih besar,” ujarnya.

 

Selain itu, dukungan dari pemerintah daerah dan sponsor seperti PT Freeport juga menjadi sorotan penting. Tanpa kolaborasi ini, penyelenggaraan turnamen sebesar Piala Pangkoopsud III mungkin tidak akan berjalan semeriah ini. Dengan demikian, turnamen ini tidak hanya berdampak pada peningkatan prestasi atlet, tetapi juga membuka peluang kerja sama jangka panjang untuk pengembangan olahraga di Papua.

 

**Dampak Ekonomi dan Sosial bagi Biak**

Satu lagi sisi yang jarang diangkat adalah dampak ekonomi bagi masyarakat Biak. Kehadiran ratusan peserta dan ofisial dari berbagai daerah menciptakan efek domino yang positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Rumah makan, kios, toko olahraga, hingga UMKM yang berada di sekitar Lokasi lomba, restoran, hingga sektor transportasi turut merasakan peningkatan aktivitas selama turnamen berlangsung. Ini memberikan bukti nyata bahwa event olahraga juga dapat menjadi daya ungkit ekonomi daerah, di samping menjadi sarana pembinaan atlet.

 

Dengan ditutupnya Piala Pangkoopsud III 2024, harapan kini mengarah pada keberlanjutan pembinaan olahraga bulutangkis di Tanah Papua. Masyarakat Biak dan Papua pada umumnya, tak hanya menikmati serunya persaingan di lapangan, tetapi juga merasakan nilai-nilai sportivitas yang mempersatukan mereka, menjadikan event ini sebagai langkah maju dalam membina generasi muda yang berprestasi dan mengharumkan nama Papua. (go).

Artikel Terkait

Seribu Bakau Cup I Berakhir, Targetkan Open Cup 2026

Redaksi

58 Peserta Ikuti Turnamen Bulutangkis Seribu Bakau Cup I di Waropen

Redaksi

Turnamen Basket Milan Group, Sejumlah Atlet Nasional Turut Meramaikan

Mail