BIAK NUMFOR, 17 Oktober 2024, Papuaglobal.com – Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di tingkat SD di Kabupaten Biak Numfor telah memasuki hari ketiga gladi bersih, menjelang pelaksanaan resmi di awal November. ANBK bertujuan untuk mengukur tingkat literasi dan numerasi siswa, serta memberikan gambaran kondisi pendidikan di tingkat dasar di wilayah ini.
Tahun ini, terdapat lonjakan signifikan dalam jumlah sekolah dasar yang berpartisipasi. Jika tahun lalu hanya 42 SD yang mengikuti ANBK, kini jumlahnya melonjak menjadi 90 sekolah dari total 166 SD yang tersebar di 19 Distrik di Kabupaten Biak Numfor. Hal ini menandakan adanya peningkatan kesadaran dan kesiapan satuan pendidikan dalam menjalankan asesmen yang berbasis komputer ini.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Biak Numfor Kamarudin, S.Pd menyampaikan harapannya agar peningkatan jumlah SD yang mengikuti asesmen ini dapat memberikan gambaran yang lebih jelas terkait kondisi literasi dan numerasi di tingkat SD di Biak Numfor.
Selain ANBK, program lain yang tidak kalah penting adalah Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar), yang akan dilaksanakan oleh sekolah-sekolah setelah ANBK. Program Sulingjar akan menilai berbagai aspek di lingkungan sekolah, termasuk iklim kebhinekaan, keamanan, serta survei terkait tindakan kekerasan, rasisme, dan karakter siswa. Dengan pelaksanaan Sulingjar yang masif, diharapkan kondisi sosial dan lingkungan pendidikan di sekolah dapat terpetakan dengan lebih baik.
“Saya berharap tahun ini tingkat partisipasi sekolah yang mengikuti assessment bisa mencapai 89%. Meskipun masih ada kendala geografis di SD yang berada di kampung-kampung, kita optimis dengan semangat dan kekompakan yang ditunjukkan oleh para guru,” ujar Kepala Dikdaya Biak Numfor Kamarudin, S.Pd ditemui, Kamis (17/10).
Terkait ANBK, Distrik Padaido dan Kepulauan Aimando Padaido menjadi contoh nyata semangat kolaborasi ini. Meskipun berada di daerah terluar, seluruh SD, SMP, dan SMA di sana telah berhasil melaksanakan ANBK. Guru-guru di 22 SD, 3 SMP, dan 1 SMA di kepulauan tersebut saling bahu-membahu dengan cara yang kreatif, seperti meminjamkan komputer dari satu pulau ke pulau lain dan mengatasi kendala jaringan dengan menggunakan tethering ponsel atau Starlink.
Keberhasilan ini menunjukkan dedikasi dan kerjasama yang kuat antara sekolah-sekolah di daerah terluar, dan diharapkan dapat menjadi teladan bagi sekolah-sekolah lainnya di Biak Numfor. Kamarudin, S.Pd menyatakan optimisme bahwa pendidikan di Biak Numfor akan terus berkembang, terutama dengan adanya dukungan dari berbagai pihak untuk memajukan literasi, numerasi, dan lingkungan pendidikan yang sehat.
Dengan pencapaian ini, Kabupaten Biak Numfor diharapkan semakin siap dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui evaluasi yang komprehensif di seluruh tingkatan. (go).

