Papua Global News
Kepala Dinas Pendidikan bersama Asisten I Setda dan jajaran panitia Lomba Debat dalam Rangka Festival Biak Pintar, dibuka secara resmi.
HeadlineLintas Daerah

Lomba Debat, Lahirkan Generasi Kritis, Namun Beretika

BIAK-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Biak Numfor menggelar kegiatan Lomba Debat tingkat SMA/SMK, Perguruan Tinggi hingga Organisasi Kepemudaan. Lomba debat yang menjadi pembuka event pendidikan Festival Biak Pintar ini, dibuka di Aula IISIP Yapis Biak, Sabtu (27/7).

Pembukaan lomba oleh Pj Bupati Biak yang diwakili oleh Asisten I Bidan Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Semuel Rumakieuw, bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Biak Numfor Kamaruddin S.Pd, Ketua Panitia lomba, dan perwakilan Rektor IISIP Yapis serta dewan juri.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kamarudin, S.Pd mengatakan lomba debat memang bertujuan tidak hanya membangkitkan jiwa kritis, optimis tetapi juga beretika dalam berdebat. Selain itu juga, debat berguna dalam mengolah kecerdasan lingustik, dan bagaimana peranan mereka dalam memperdebatkan sesuatu yang kontra maupun pro, menciptakan persepsi baru dan membangkitkan kepercayaan pendengar.

Dua tahun menggelar kegiatan lomba debat, diakuinya, banyak melahirkan generasi yang pandai dalam berargumentasi tetapi mampu menjaga etika dalam berdebat. Terlebih dalam kompetisi debat kali ini menghadirkan tema-tema yang cukup terkini di kalangan masyarakat.

Meski sudah dua kali menggelar kegiatan debat, dari kelompok peserta, Kamarudin sedikit menyayangkan, Organisasi Kepemudaan yang telah dibukakan ruang untuk melakukan debat secara resmi dan terbuka, justru hanya satu perwakilan yang ikut mendaftarkan diri. Sementara, debat ini, sangat diramaikan oleh para peserta ditingkat SMA/SMK dan juga perguruan tinggi swasta yang ada di Biak.

“Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ingin nilainilai berpikir kritis itu tidak hilang dari anak muda, itulah sebabnya kita lakukan debat, supaya mereka juga banyak membaca telaah, dan juga belajar menulis, dan berbicara, melontarkan gagasan yang bagus dan bermutu,” paparnya.

“Sebenarnya saya sangat menyayangkan karena kita membuka ruang sebesar-besarnya kepada Organisasi Kepemudaan, yang mana cukup eksis di Biak, dan banyak yang biasanya berdebat di media sosial. Tetapi saat kita membuka kegiatan debat secara resmi hanya satu perwakilan OKP yang mendaftarkan timnya, kita tidak inign debat hanya jago di pinggiran jalan tapi mari sampaikan gagasan dalam perdebatan resmi, dan disini ruang terbuka, untuk kita sama-sama saling belajar dan membuka diri,” pungkas Kamarudin.

Disisi lain, Pj Bupati melalui Asisten I Setda Biak Numfor Semuel Rumakieuw mengatakan penguasaan bahasa dan bahasa asing saat ini memiliki dampak yang besar dalam pembangunan, tetapi juga dapat menunjang kualitas pribadi yang lebih baik.

Kompetisi debat dianggap penting dalam meramaikan Festival Biak Pintar 2024 sebab dinilai sangat bagus untuk mengembangkan potensi diri, dan semangat dalam berpikir kritis, kreatif dalam menanggapi isu-isu aktual yang ada. (Go).

Artikel Terkait

DPC PDIP Biak Klaim Kemenangan BTM–CK di Biak Numfor, Unggul 56 Persen

Redaksi

Polres Biak Gendeng Seluruh Pihak Ciptakan Kondusifitas Wilayah

Mail

Ketika Biak Numfor Bidik Gelar ‘Sekolah Rujukan Google Pertama’ di Tanah Papua

Mail