BIAK-Sebagai bentuk pengabdian dan karya bakti kepada masyarakat di wilayah kerja Kejaksaan Negeri Biak, dalam menyambut Hari Bhakti Adhyaksa ke-64, Kejaksaan Negeri Biak, ternyata telah melakukan berbagai kegiatan Anjangsana dan bakti sosial, tidak hanya wilayah kerja di Kota Biak tetapi berkunjung hingga ke Kabupaten Supiori, dan Pulau Numfor.
Kepala Kejaksaan Negeri Biak, Hanung Widyatmaka, SH melalui Kasi Intel Kejari Biak Chrispo Simanjuntak, SH.,Hari Bhakti Adhyaksa ke 64 Tahun ini, berbeda dengan tahun sebelumnya. Momentum besar di lembaga Kejaksaan di Indonesia di tahun ini dirayakan dua kali dalam setahun, yakni pada tanggal 2 September dan 22 Juli.
“Karena ini masa transisi, karena biasanya hanya ada satu moment perayaan, yaitu Hari Bhakti Adhyaksa, setelah penggalian sejarah, dari pusat menginstruksikan setiap tahun itu ada dua kali perayaan, dimana 22 Juli adalah Hari Bhakti Adhyaksa, sedangkan 2 September adalah Hari Lahir Kejaksaan,” ujar Chrispo Simanjuntak, ditemui di Kantor Kejaksaan Negeri Biak, Senin (22/7).
Lanjut Kasi Intel, Chrispo Simanjuntak.,SH., Moment Hari Bhakti Adhyaksa lebih memperingati lembaga Kejaksaan adalah lembaga yang berdiri sendiri, mandiri dan otonomi. Terpisah dari lembaga lain. Moment Hari Bhakti Kejaksaan adalah moment pengabdian lembaga kejaksaan kepada masyarakat.
“Karena masa transisi, pihak eksternal pun belum terlalu memahami, sebab mulai tahun ini dan tahun selanjutnya ada dua moment perayaan di Kejaksaan. Kalau di Hari Bhakti Adhyaksa fokus pada pengabdian dan Bakti Sosial,” terangnya.
Terkait Hari Bhakti Adhyaksa ke-64 Kejaksaan Negeri Biak telah mensukseskan beberapa program bakti sosial dalam sepekan terakhir, salah satunya bekerja sama dengan Ikatan Adhyaksa Dharma Karini atau organisasi para istri pegawai Kejaksaan bersama Pemerintah Kabupaten Supiori, dengan melakukan kegiatan Adhyaksa Peduli Stunting. Sebab menurut data tingkat prevelansi yang cukup tinggi untuk stunting di Provinsi Papua ada di Kabupaten Supiori.
“Kita sama-sama untuk berupaya memperbaiki masalah stunting di Kabupaten Supiori. Kita lakukan di dua puskesmas pembantu yaitu Pustu Syurdori dan Pustu Kampung Duber,” ungkap Plh Kajari Biak Chrispo Simanjuntak.
Disana kata Chrispo Simanjuntak, Kejaksaan Negeri Biak membagikan serangkaian paket makanan tambahan tinggi protein kepada anak-anak dan ibu hamil. Dimana menurut dia ada sekitar 155 anak saat itu yang mengikuti kegiatan di Posyandu, pemberian bantuan makanan bergizi kepada 35 anak yang rentan stunting, dan 7 ibu hamil yang mengalami kondisi energi kronis.
Selain kegiatan pencegahan stunting, Kejari Biak juga telah mensukseskan kegiatan anjangsana ke sejumlah pegawai kejaksaan yang telah dinyatakan purna tugas, mengikuti kegiatan Forum Group Discussion Kejati Papua, Donor Darah, dan Ziarah ke Taman Makan Pahlawan, ditutup dengan puncak kegiatan Upacara perigatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-64 dan resepsi.
Upacara HBA ke 64, Senin (22/7) yang dipimpin oleh Kasi Pidum Stevy Ayorbaba, SH., diikuti oleh seluruh pejebat lingkup Kejaksaan Negeri Biak, Kepala Seksi, Para Jaksa, dan seluruh staf. Dengan tema yang diangkat adalah Akselarasi Kejaksaan Untuk Mewujudkan Penegakan Hukum Modern Menuju Indonesia Emas.
Kejaksaan Negeri Biak berharap, di Hari Bhakti Adhyaksa ke 64 ini, masyarakat lebih dekat dengan lembaga kejaksaan. Agar dalam upaya penegakan hukum Kejaksaan Negeri Biak mampu menjaga integritas dan memperkuat institusi dan kepercayaan masyarakat, lewat penegakan hukum yang adil bermanfaat. (Go).

