Papua Global News
Pembagian Makanan Tambahan bagi anak-anak untuk pencegahan dan penanganan Stunting di Biak
HeadlineInfo Papua

Cegah Stunting, Tim Percepatan Pencegahan Stunting Bagi Paket Makanan Tambahan

BIAK-Sebanyak 210 anak yang tinggal di Distrik Samofa, diindikasikan mengalami stunting. Tentunya, untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan upaya penanganan stunting dan juga sekaligus pencegahannya.

Bapak Asuh Stunting Susanto Pirono, yang dilantik oleh Kepala BKKBN Provinsi Papua berkesempatan mengkolaborasikan program pencegahan dan penangangan stunting, dengan melakukan pemberian makanan tambahan kepada 250 balita yang ada diwilayah kerja Kelurahan dan Distrik Samofa. Digelar di  halaman Kantor Kelurahan Samofa, Senin (24/6).

Susato Pirono mengatakan, hukum tabur tuai akan sangat berperan penting dalam kehidupan dan aktivitas kita. Dengan berkeyakinan seperti itu, tentunya berkaitan erat hubungannya dengan apa yang dilakukan pada kegiatan pencegahan stunting.

“Kita berbuat kebajikan harus sesuai dengna kemampuan kita, kalau melebihi itu tidak akan berjalan dengan baik. Kita harus lakukan dengan suka cita, sesuai dengan ketulusan kita. Stunting di Biak banyak, kita lakukan kegiatan ini agar kita semua melek peduli dengan anak-anak kita, karena merekalah penerus kita selanjutnya, jangan sampai gizi dan kesehatan mereka terganggu,” ujar Susanto Pirono yang juga Ketua Kantor Penghubung Yayasan Budha Tzu Chi Indonesia, di Biak Numfor.

Diakuinya, saat ini ada unsur-unsur yang terkait yang bergotong royong mengatasi stunting. Dia pun selaku Bapak Asuh Stunting, bersama dengan unsur-unsur seperti Pemerintah Daerah Kabupaten Biak Numfor, Unsur TNI/Polri, Kejaksaan, BUMN, dan Forkumpimda lain, bekerja sama melakukan pemberian makanan tambahan kepada setiap posyandu yang ada di Biak, selama 12 kali selama satu bulan.

Tim percepatan penanganan Stunting saat melakukan pengukuran tinggi badan balita

Kemudian dalam jangka waktu satu bulan tersebut, nantinya akan dievaluasi sejauh mana efektivitas penanganan stunting di Biak. Dengan rutin menimbang badan, mengukur tinggi atau panjang anak, dan juga lingkar leher dan lengan anak, untuk kemudian dilakukan pengecekan secara berkala terkait kebutuhan nutrisi.

“Yang kita lakukan ini sederhana, tapi kami harap bisa memberikan dampak yang besar kepada anak-anak. Kita akan terus memberikan operasi tambahan makanan sehat. Karena kita sangat prihatin, kita di Indonesia masih tinggi angka stuntingnya,” ujar Susanto.

Partisipasi dalam memberantas stunting diakuinya, perlu dilakukan secara keroyokan. Tidak hanya fokus di Distrik Samofa, tetapi juga untuk diberikan secara merata hingga ke pelosok-pelosok.

Dandim 1708/BN Letkol.Inf Marsen Sinaga, S.Hub.Int.,M.Han mengatakan termasuk dalam tim Percepatan Penanganan Stunting di Biak Numfor, akan berupaya melakukan pendataan hingga ke pelosok. Karena diakuinya, penanganan ini tidak dapat berdiri sendiri, dan harus dilakukan secara bersama-sama.

“KIta bentuk tim dan lakukan pendataan door to door. Kita sudah lakukan ini sejak beberapa bulan lalu, hingga ke kampung Warsa. Data awal yang kita sudah pegang, kita sudah berikan makanan tambahan satu telur satu anak, kita bersyukur ada tambahan makanan bergizi lainnya untuk dibagikan,” paparnya.

Kepala Distrik Samofa, Adam Umar, S.IP mengatakan pemberian makanan tambahan selama 12 kali ddalam sebulan ini. Dia pun menghimbau agar orang tua bisa aktif membawa anak-anak ke program pemberian makanan tambahan, agar kebutuhan gizi anak bisa terpenuhi. (go).

Artikel Terkait

Aksi Pemda Waropen, 225 Balita, Ibu Hamil & Menyusui Dapat PMT Khusus

Redaksi

Wakil Bupati Waropen Pimpin Rapat Koordinasi Tim Percepatan Pencegahan & Penurunan Stunting (TP3S)

Redaksi

Ketua TP PKK Waropen, Bernadeta Goo Mote, Serahkan Bantuan Gizi untuk Cegah Stunting

Redaksi