WAROPEN-Belum lama ini sempat viral salah seorang anak umur 2 tahun yang mengalami tumor atau pembengkakan yang besar pada mata sebelah kiri. Pembengkakannya ini sudah mengeluarkan aroma yang kurang sedap di cium dan juga sangat parah ketika dilihat, karena bola mata sang anak keluar dan membesar hampir 10 kali lipat dari ukuran mata normal, dan tidak beraturan lagi.
Orang tuanya pun yang hanya berlatar belakang ekonomi sederhana tidak mampu membantu pengobatan sang anak, olehnya itu si anak selama satu tahun terakhir ini hanyua diobati seadanya di dalam rumah saja.
Sampai pada akhirnya ada pengobatan gratis yang didengar oleh keluarga ini, dan kemudian mengantarkan sang anak ke Puskesmas Urfas, disana justru penyakit si anak sangat menjadi perhatian serius bagi petugas medis yang terdiri dari anggota Ikatan Dokter Indonesia Yapen Waropen ini.
Mendengar dan melihat kejadian tersebut sempat viral di media sosial, karena begitu banyak simpati dari masyarakat, banyak saran dan masukan yang diberikan kepada pemerintah maupun layanan kesehatan di lokasi tempat si anak berada, dari warga media sosial di Waropen.
Ketua Pemuda IKT Agus Frans Parinding yang juga Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia Kabupaten Waropen ini langsung menyambangi lokasi tempat si anak tinggal bersama keluarga, diantar oleh salah satu petugas kesehatan yang mengetahui lokasi keberadaan si anak, Selasa (23/5/2023).
Ketua DPD PSI Waropen Agus Frans Parinding yang langsung hadir melihat anak malang tersebut sangat prihatin atas kondisi yang dialaminya. Sebagai bentuk keprihatinannya DPD PSI memberikan bantuan berupa sembako dan santunan guna membantu keluarga membawa anak itu mendapatkan pengobatan yang lebih baik.
“Kita mendapat informasi di media sosial seorang anak di Waropen menderita penyakit yang tidak biasanya, dari situlah kita tergerak untuk menemui keluarga sekedar memberi doa dan dukungan agar anak ini dapat cepat pulih,” kata Agus Parinding.
Agus mengatakan, bahwa melihat kondisi anak tersebut sangat memilukan hati, disamping kondisi keluarganya yang kurang mampu, keluarga anak ini juga tidak memiliki kartu jaminan kesehatan selama ini, pengurusan baru dilakukan setelah adanya upaya rujuk pengobatan keluar daerah.
Diungkapkan, tumor ganas yang dialami anak itu tepatnya berada di area mata sebelah kiri dan hampir menutupi sebagian besar wajahnya, lalu untuk Kondisi si anak pun terus meraung kesakitan.
Sebagai kader muda PSI Agus menuturkan bahwa peranan pemerintah sangat dibutuhkan keluarga agar proses pengobatan anak tersebut dapat dilakukan dengan maksimal. (il/mr).

