WAROPEN- Setelah membagikan bantuan berupa bahan pangan kepada warga terdampak lainnya di Distrik Oudate, Tim BPB Waropen yang dikomandoi oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Waropen Lamek Sawaki, didampingi para kabid, langsung turun ke lokasi selanjutnya, Selasa (29/3).
Kampung Emauri Distrik Masirei, Kabupaten Waropen pada tanggal 10-15 Maret lalu menjadi lokasi terdampak selanjutnya musibah banjir.
Menggunakan dua speed speed boat, perjalanan ke Kampung Emauri ditempuh kurang lebih 90 menit dari Dermaga Pelabuhan Rakyat Sanggei, Distrik Urei Faisei.
Sedikit bergelombang, dan berangin, namun perjalanan tidak terasa membosankan karena begitu speed melanjut ke muara Sungai Kampung Koweda, kita akan disuguhi pemandangan yang cukup mempesona. Tanaman bakau yang menghampar disepanjang Kali, masyarakat asli yang tengah mencari udang dan kepiting di pesisir Kali, hingga daerah dataran rendah di tengah-tengah aliran Kali besar ini.
Setibanya di Dermaga Kampung Koweda, tim BPBD Waropen mulai bergerak cepat mengangkat bantuan untuk masyarakat. Dibantu Sekretaris Kampung dan warga setempat. Tidak lama kemudian warga yang terdampak banjir diminta untuk berkumpul untuk menerima bantuan.
Isi dari bantuan ini setidak nya adalah kebutuhan pokok agar dapur warga yang terkena musibah tetap berapi. Bantuan yang diberikan ini diakui Kepala BPBD Waropen Lamek Sawaki tidak lain lantaran pihaknya terlebih dahulu melakukan pendataan saat musibah terjadi, dan kemudian melakukan koordinasi ke pimpinan daerah.
Ada sekitar 14 kepala keluarga yang terdampak pada musibah banjir itu, menurut data dari BPBD Waropen. Sebelumnya diakui warga sebelum dating bantuan dari BPBD mereka pun juga mendapatkan perhatian dan bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Waropen.
Meski hanya berupa bahan makanan yang diterima oleh warga yang terdampak musibah banjir di Kampung Emauri, Distrik Masirei, Kepala BPBD Waropen Lamek Sawaki meminta agar masyarakat bisa mensyukuri, karena apa yang diberikan merupakan bentuk perhatian dari pemerintah.
Lamek Sawaki juga meminta perhatian dari masyarakat agar mengantisipasi dan mewaspadai intensitas hujan yang hampir tiap malam melanda Kabupaten Waropen dan sekitarnya.
Hujan yang kadang disertai dengan angin yang kencang, ditambah dengan gelombang air laut, dan seringnya pohon besar disekitaran kali pun tumbang, dan bisa menganggu akses keluar masuk, atau bisa berdampak pada banjir susulan. (IL).

