Waropen – Ini salah satu kegiatan yang rutin dilaksanakan Disdukcapil Waropen adalah Pelayanan Jemput Bola di Kampung, hal itu dilakukan karena masyarakat di kampung-kampung yang tidak bisa mengurus dokumen kependudukan langsung ke Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dengan faktor kurang mampu dan jarak yang membutuhkan biaya transportasi cukup besar.
Dengan kondisi tersebut dalam waktu dekat ini, Pemerintah Kabupaten Waropen melalui Disdukcapil akan turun ke 10 Distrik yang berada di Pesisir Waropen, untuk melakukan layanan dokumen kependudukan seperti Akte kelahiran, Catatan Sipil, Akte kematian, Kartu Keluarga, Kartu Identitas Anak, dan perekaman e KTP secara Ofline.
Hal tersebut dikatakan kepala Dinas Disdukcapil Waropen Estepanus Pasulu saat di Temui di Kantor Bupati Waropen, selasa (27/4/21). Dijelaskan bahwa ada tiga tim yang akan dibentuk, dimana Dua tim akan turun ke lapangan dan satu tim tinggal untuk melakukan pelayanan di kantor.
“Kalau cuaca mendukung, rencana minggu depan kita suda turun ke lapangan, dan wilayah timur dan barat yang pertama akan dikunjungi yakni Distrik Masirei, Risei Sayati, Inggerus, dan Distrik Oudate”.
Terkait waktu pelayanan, Estepanus menjelaskan bahwa satu distrik biasanya memakan waktu 7 sampai 10 hari dan ditargetkan satu kampung satu hari.
Selanjutnya kata Estepanus, bahwa semua data masyarakat yang telah diambil di setiap kampung, akan dibawah ke kantor untuk dicetak dan dikembalikan langsung ke setiap kampung, baik melalui kepala Distrik maupun kepala-kepala kampung.
Untuk layanan dokumen kependudukan di dua distrik di wilayah pengunungan yakni Distrik Kirihi dan Walani, Estepanus menjelaskan, dua distrik tersebut biasanya terkendala pada cuaca dan titik-titik yang dikunjungi harus menggunakan helikopter yang tentu memakan biaya cukup besar.
“tahun ini kita juga akan tetap melakukan pelayanan di dua distrik tersebut, walaupun satu titik kadang memakan waktu 2 sampai 3 hari, dan layanan ini akan disesuaikan dengan kondisi keuangannya yang ada”. (af)

