Papua Global News
LAMEK-SAWAKI
Kepala BPBD Kabupaten Waropen Lamek Sawaki
HeadlineInfo Papua

Warga Pesisir Waropen, Tergerus Akibat Abrasi

WAROPEN-Dalam beberapa hari terakhir telah terjadi gelombang pasang yang tinggi dan angin kencang di pesisir Waropen, yang mengakibatkan beberapa rumah warga mengalami kerusakan. Tingginya gelombang dan cuaca buruk di Waropen sudah menjadi agenda tahunan, bahkan tiap tahun wilayah daratan tergerus hingga 5-6 meter oleh permukaan air laut saat pasang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Waropen, Lamek Sawaki, melakukan pemantauan wilayah terdampak abrasi dan gelombang pasang. Dua unit Excavator di dua titik tepatnya di kampung Nubuai dan Kampung Paradoi, dikerahkan untuk memecah batu cadas, sebagai upaya tanggap darurat, untuk mengamankan beberapa rumah warga di pesisir.

Abrasi-Pantai-Urfas

“Sejak tanggal 25 Januari 2021 lalu, kita sudah melakukan upaya tanggap darurat, Ketika gelombang pasang muncul. Sementara ini BPBD melakukan penimbunan batu cadas sebagai upaya darurat bencana gelombang pasang. Untuk pembangunan talut dan talud pemecah gelombang disebut sebagai upaya pencegahan secara permanen,” jelas Lamek Sawaki, saat melakukan pemantauan langsung pekerjaan tanggap darurat di Kampung Paradoi, Jumat (5/3).

Untuk pemberian batu cadas dalam melakukan upaya penanganan tanggap darurat dilakukan di beberapa kampung pesisir wilayah Distrik Urfas dan Waren. Diantaranya Kampung Paradoi, Apainabo, Nubuai, Ghoyui, dan Urfas III.

Diakuinya masih banyak kampung lain yang membutuhkan untuk dilakukan tanggap darurat bencana gelombang pasang ini, namun tidak dapat dijangkau karena keterbatasan anggaran.

Abrasi-Pantai-Urfas01

Sejauh ini lanjut Lamek Sawaki, ada sekitar 15 keluarga yang saat ini mengalami terdata oleh Badan Penanggulangan Bencana yang terdampak langsung sebagai korban yang rumahnya terdampak bencana. Bahkan beberapa diantaranya sudah roboh, dan bagian dapur rumah warga ada yang tergerus.

Langkah pencegahan yang akan BPBD Waropen lakukan, diantaranya akan melakukan pembangunan talud pemecah gelombang secara permanen. Namun kata Lamek, pihaknya masih menunggu penetapan APBD TA 2021.

“BPBD Waropen telah berencana membangun talud pengamanan pantai sepanjang Kampung Sanggei Distrik Urfas hingga ke Sarafambai di Distrik Waren. Diperkirakan akan menghabiskan anggaran sebanyak 20 miliar,” jelasnya.

Diakui, masih maraknya aktivitas pengerukan pasir dan karang pantai, berpengaruh besar munculnya abrasi pantai dan naiknya permukaan air laut, tercatat kurang lebih lima meter tiap tahunnya. BPBD Waropen menghimbau agar masyarakat bisa menghentikan pengerukan pasir pantai, karena akan berpengaruh pada abrasi pantai, dan naiknya permukaan air laut.

Abrasi-Pantai-Urfas02

Diakui pemerintah dilemma, terhadap aktivitas pengerukan pasir pantai, yang bisa menyebabkan abrasi ini. Sebab dilain sisi menjadi lahan pendapatan bagi masyarakat setempat yang dikelola secara lokal dan kekeluargaan, disisi lain jika sudah terjadi bencana, pemerintah akan disalahkan terhadap situasi tersebut.

“Dalam hal ini pemerintah daerah tetap melakukan sosialisasi dan akan mengamankan masyarakat yang berada dipesisir pantai,” paparnya.

Diperkirakan aktivitas gelombang pasang yang disertai angin kencang di Kabupaten Waropen masih akan berlangsung hingga awal April 2021 mendatang.

Artikel Terkait

Waropen Mulai Batasi Ruang Asap Rokok, Lindungi Anak dan Ibu Hamil

Redaksi

Lem Aibon dan Ganja Mulai Masuk ke Pemukiman, Saraf Generasi Muda Jadi Taruhan

Redaksi

Peringati HAB Ke-80, Bupati Waropen Tekankan Sinergi dan Moderasi Beragama

Redaksi