Papua Global News
1810218
dr.Nevile Muskita saat memberi keterangan kepada pers (foto:iis)
HeadlinePapua Selatan

38 Kasus Covid-19 Cluster PON XX

MERAUKE-Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, dr.Nevile Muskita mengemukakan bahwa sebanyak 38 kasus Covid -19 telah dilaporkan selama pelaksanaan PON XX. Di antaranya dari cabor catur dimana 4 wasit diketahui positif dan 3 merupakan atlet catur. Namun 22 sudah dinyatakan sembuh sehingga masih tersisa 16 orang yang menjalani isolasi.

Mereka akan kembali menjalani PCR untuk memastikan kondisi kesehatan lebih lanjut. Ia menegaskan bahwa secara keseluruhan kasus Covid 19 di Merauke sudah menurun dimana pada tanggal 15 Oktober sudah 14 orang yang sembuh namun jumlah tersebut di luar cluster PON. Dengan demikian sisa 22 kasus untuk di Merauke dimana 16 kasus dari cluster PON.

“Semoga kita dapat konsisten menjaga prokes sehingga terhindar dari Covid 19, untuk varian tidak kita identifikasi karena sampel harus dikirim. Memang saat kasus meningkat di Bulan Juni lalu sudah kita kirimkan namun untuk yang sekarang tidak kita kirim lagi,”jelasnya pada jumpa pers di Media Center Cluster Merauke, Jumat (15/10) lalu.

Terkait dengan tugas pihaknya dalam pelayanan kesehatan dan gawat darurat maka selama PON berlangsung sejumlah petugas telah disiapkan di semua venue. Berdasarkan evaluasi, pelayanan gawat darurat di setiap venue saat pertandingan, terdapat 17 kasus yang sifatnya insiden dan harus dirujuk ke rumah sakit. Semua dapat ditangani dengan baik sehingga tidak ada yang dirujuk keluar daerah.

Sedangkan untuk pelayanan kesehatan bagi kontingen hanya ditemui 9 kasus dan sudah ditangani lebih lanjut di rumah sakit. Jadi total yang dilayani untuk kesehatan, baik di venue maupun akomodasi sebanyak 453 orang. Untuk konsumsi juga tidak ada hal-hal yang mencolok karena semua makanan diawasi dengan maksimal.

Hal lain yang juga turut diperhatikan adalah mengawasi seluruh kontingen agar ketika pulang ke daerah masing-masing tetap sehat dan tidak membawa bibit malaria. Diakui ada satu orang yang teridentifikasi mengidap malaria dan berasal dari Maluku.

Setelah diselidiki yang bersangkutan memang sudah terdiagnosis malaria dari daerah asalnya dan sudah menjalani pengobatan. Untuk malaria memang sudah diantisipasi sejak awal dimana sebelum kontingen tiba sudah disterilkan, baik akomodasi, wisma dan hotel-hotel.(Iis).

Artikel Terkait

Atlet Pencak Silat Merauke Torehkan Sejarah Baru

Afrans

Inilah Sosok Pelatih Yang Kawal Prestasi Sepak Bola Putri Papua

Afrans

Resmi Tutup PON XX Papua, Ini Kata Wapres Ma’ ruf Amin

Afrans