Papua Global News
Kadis Pendidikan Supiori, Raffles Ngilamele
Info PapuaLintas Daerah

25 Mahasiswa Diterima di Universitas Ternama di Indonesia

SUPIORI-Dinas Pendidikan Kabupaten Supiori di tahun ajaran 2024 ini berhasil meluluskan dan mendapatkan bantuan affirmasi pendidikan tinggi sebanyak 25 siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Supiori membenarkan hal ini. Ditemui di Biak, Senin (12/8) Raffles mengatakan, program Affrimasi Pendidikan Tinggi (ADIK) sebanyak 25 pelajar SMA itu tersebar disejumlah fakultas dari Universitas ternama di Indonesia.

Dua pelajar SMA kata Rafles lulus dikampus Universitas Gajah Mada Fakultas Kedokteran Gigi, dan juga Universitas Indonesia Jurusan Ekonomi Akuntansi. Lainnya ada di Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang, Universitas Sumatera Utara, ada juga di Universitas Jambi, Pontianak, Makassar dan di Manado.

Sejumlah kampus di pulau Jawa, kata Rafless, sering terkendala karena kurangnya pendampingan yang ekskusif dari pihak kampus. Akibatnya ada sejumlah mahasiswa afirmasi dari Supiori yang terpaksa harus angkat bendera putih ditengah jalan. Terlebih program affirmasi dan fakta miris terkait disparitas kualitas pendidikan di Pulau Jawa dan luar pulau Jawa cukup mencolok.

“Kami kawal langsung, memastikan mereka tiba di tempat tujuan dengan selamat. Bahkan kami bertemu dengan dekan fakultasnya, untuk memastikan anak-anak ini bisa diterima dengan baik,” ungkap Rafles.

Dikarekan pengalaman itu, yang mana rata-rata pelajar yang lulus program ADIK perguruan tinggi yang cukup bagus tidak sampai selesai, terutama di Pulau Jawa. Sehingga kehadiran Dinas Pendidikan Kabupaten Supiori, adalah untuk berbicara langsung kepada dekan fakultas.

“Untuk tidak hanya menyalahkan Mahasiswa-nya dan sama-sama mencari jalan keluar.
Karena bukan rahasia umum lagi, ada disparitas pendidikan yang cukup mencolok dari segi kualitas pendidikan daerah di Jawa dan Luar Jawa. Bukan soal Papua saja. Tidak bisa mereka diperlakukan sama dengan mahasiswa lain diluar Affirmasi program ini,” terang Raffles.

Diakui, setiap program Affirmasi memang harus punya program kekhususan, mestinya pendampingan yang dilakukan juga harus ada dan khusus.

“Kita ingin mereka bisa menjalani proses-proses pendidikan yang lebih terarah, dan proses ini tentu akan menghasilkan output yang benar-benar diharapkan,” tandasnya. ( go).

Artikel Terkait

Supiori, Terima Undangan ke Jepang Melihat Proses Penanganan Sampah

Mail

KPU Supiori Terima Tiga Berkas Paslon, dan Dinyatakan Lengkap

Mail

Gakkumdu Supiori Siap Pastikan Mengawal Demokrasi di Pilkada 2024

Mail